Kalimat
terbentuk dari rangkaian beberapa kata. Sedangkan kata adalah bagian paling
mendasar dalam susunan kalimat yang memiliki arti, serta kelas kata. Adapun kata
dikelompokkan ke dalam 8 macam (part of speech), meliputi Noun, Pronoun, Verb,
Adjective, Adverb, Preposition, Conjuction, dan Interjection.
Satu
persatu kelas kata itu akan dikupas secara mendalam. Sebelum mempelajari kelas kata lain, bahasan
kali ini adalah Noun (kata benda) yang menjadi bagian penting dalam pembentukan
kalimat.
NOUN
Noun (kata benda)
Noun adalah kata yang digunakan untuk menamai suatu benda,
baik benda itu bisa dirasakan dengan panca indra (kongkrit) atau pun tidak
tidak bisa dirasakan panca indra (abstrak).
·
Berdasarkan bentuknya (based on its form), kata benda dapat dikelompokkan menjadi dua macam.
a.
Ada kata benda yang dapat dideteksi menggunakan panca
indera. Kata benda jenis inilah yang dinamakan Concrete noun.
example:
table (meja),
book (buku), bicycle (sepeda), pillow (bantal).
Contoh
tersebut termasuk kata benda yang dapat diketahui melalui panca indera. Kita
dapat melihat penampakan benda tersebut atau merabanya menggunakan panca indera
sehingga bisa mendefinisikan bentuknya.
b.
Sebaliknya, ada benda-benda di dunia ini yang tidak dapat
dideteksi melalui panca indera. Kata benda jenis ini dinamakan abstract noun.
example,
happiness
(kebahagiaan), sadness (kesedihan), spirit (semangat).
Apakah
kita dapat mendefinisikan bentuk kabahagiaan, kesedihan, maupun semangat ?
tentu saja tidak, karena benda itu bersifat abstrak, tak berwujud atau dalam
kata lain, tidak bisa dideteksi
menggunakan panca indera.
·
Berdasarkan penamaannya (based on its name), kata benda dikelompokkan menjadi empat
1.
Common noun (kata benda umum)
adalah kata benda yang
bersifat umum. Common noun juga disebut kata yang belum dinamai. Sehingga penggunaannya dalam struktur kalimat, kata
umum tidak boleh menggunakan huruf besar
(kapital), kecuali kata itu terletak di awal kalimat.
example, country (negara), island (pulau), city (kota), car
(mobil).
Kata-kata tersebut masih
bersifat umum. Kata ‘negara’ misalnya, masih bersifat umum, atau masih bisa
dijabarkan dalam bentuk yang lebih khusus, semisal Negara Indonesia.
2.
Proper noun (kata benda khusus)
Proper noun adalah kebalikan
dari common noun, yakni benda yang bersifat khusus, atau kata yang sudah diberi
nama. Untuk mengidentifikasi kata ini dalam kalimat pun mudah karena biasanya diawali
dengan huruf kapital.
example, Indonesia, Java,
Yogyakarta, Andi.
Kata Indonesia dalam
contoh tersebut adalah kata khusus dari kata umum country(negara), Java (Jawa)
adalah kata khusus dari kata umum island (pulau), Yogyakarta adalah bentuk kata
khusus dari kata umum city (kota), dan Andi merupakan kata benda khusus dari
kata man (orang laki-laki) yang bersifat umum.
3.
Material noun
Material noun adalah
kata benda yang digunakan untuk menunjukkan benda yang berasal dari alam.
example, stone (batu), sand (pasir), wood (kayu).
4.
Collective noun
adalah kata benda yang menunjukkan
suatu nama kelompok atau kumpulan. Dengan kata lain, collective noun merupakan
kata benda yang dibentuk oleh kata benda tunggal yang terdiri lebih dari satu.
Kata ini dapat berupa orang (group of people), hewan (group of animals), atau
benda (group of things).
example, group, team,
class, crew, family, couple, comitte, colony, company,etc.
·
Berdasarkan jumlah (based on its quantity)
1.
Countable noun
adalah kata benda yang jumlahnya
tidak dapat dihitung. Kata benda ini terbagi menjadi dua jenis berdasarkan
jumlahnya, yakni kata benda tunggal (singular noun) dan kata benda
jamak (plural noun) tidak dapat dihitung.
a.
Kata benda tunggal (singular noun) adalah kata benda yang jumlahnya hanya satu. Cirinya,
kata ini diawali dengan article a, an, atau the.
example, a girl (seorang gadis), a man (seorang pria), a car
(sebuah mobil).
b.
Kata benda jamak (plural noun) adalah kata benda yang jumlahnya lebih dari satu atau
bersifat jamak. Ciri-ciri kata ini tidak diawali article a/an, tetapi diakhiri
dengan akhiran s atau es.
catatan, untuk kalimat yang subjeknya jamak, kata kerja dan to
be yang dipakai juga harus berbentuk jamak.
example
Singular = The student is
studying english.
subject to be
Subject the student dalam kalimat itu bisa
dengan mudah diidentifikasi sebagai kata benda tunggal (singular) dengan
melihat cirinya, yakni diawali article the dan to be yang mengikuti juga
berbentuk tunggal, yakni is.
Plural =The students are
studying english.
subject to be
Subject the students dalam
kalimat itu bisa dengan mudah diidentifikasi sebagai kata benda jamak (plural
noun) dengan melihat cirinya, yakni tidak diawali article a/an, tetapi
diakhiri s. Tobe yang mengikuti pun, are juga mencirikan subject
sebelumnya berbentuk jamak.
2.
Uncountable Noun
Uncountable noun adalah benda
yang tidak dapat dihitung secara langsung.
example, water (air), air (udara), sand (pasir), oil (minyak), sugar
(gula).
Dari contoh tersebut,
apakah benda-benda itu dapat dihitung? semisal air, apakah ada istilah satu
air, dua air, sepuluh air, atau beberapa air? tentu tidak bukan.
Nah, dengan memahami
pengertian uncountable noun, pembelajar akan mudah mengidentifikasi mana kata
benda yang bisa dihitung (countable noun) maupun yang tidak dapat dhitung
(uncountable noun).