Jumat, 31 Agustus 2018

Possesive (kepemilikan)

Pada materi terdahulu, telah dibahas tentang Parts of Speech untuk Adjective pada bagian Limiting Adjective yaitu sub Article dan Demonstrative adjective 
(Baca juga : article,  Demonstrative Adjective)

Adjective terdiri dari dua macam, yaitu
-      limiting adjective (LA)
-      descriptive adjective (DA).

 Limiting adjective  (kata sifat terbatas) adalah adjective yang memberikan batasan  pada noun. Pada kesempatan kali ini akan dibahas  Possesive (kepemilikan)

Possesive (kepemilikan)
a.  Possesive adjective
Possesive adjective adalah determiner yang digunakan untuk menyatakan kepemilikan terhadap kata benda (noun).

Lihat aturannya,
Penggunaannya berasal dari pronoun.
I         -   My
You   -   Your
They -   Their
We    -  Our
She   -  Her
He    - His
It      -Its

Contoh, My house (rumah (milik) ku)
Your pencil  (kelasmu)
Her mother (ibu dia (perempuan)
Our class (kelas kita).

b.  Possesive genitive
Berbeda dengan possesive adjective, kepemilikan (possesive genitive) ini penggunaannya dari kata noun (kata benda).

Lihat aturannya,
1)   Untuk noun (kata benda) hidup
Jika noun (kata benda) berakhiran huruf s, maka ditambahkan ‘s atau setelah huruf terakhir noun tersebut.
Contoh, Anis’ book  / Anis’s book. (Buku milik Anis)

Jika noun berakhiran imbuhan huruf s untuk bentuk jamak (plural), maka cukup ditambahkan
Contoh, Students’ book. (Buku milik para siswa).

Jika noun berakhiran huruf selain s, maka ditambahkan ‘s
Contoh, Ali’s book. (Buku milik Ali).
2)   Untuk noun (kata benda) mati
Kepemilikan bukan hanya digunakan untuk benda hidup. Benda mati pun bisa jadi memiliki sesuatu yang mejadi bagiannya. Contoh, pintu rumah berarti pintu (milik) rumah. Sebab pintu menjadi bagian dari bangunan rumah itu.

Rumus =    Noun      +    Noun    atau           Noun  of   Noun
                Modifier      Head                      Head       Modifier

Contoh,   Car        door.  (Pintu mobil)
   N/M      N/H
Atau bisa juga dengan pola noun of noun yang artinya sama saja (menunjukkan kepemilikan)
Door      of      car.
N/H                N/M

Demonstrative adjective


Pada pembahasan sebelumnya, telah duraikan tentang Parts of Speech untuk Adjective pada bagian Limiting Adjective yaitu sub Article 
(Baca juga : article)


Adjective terdiri dari dua macam, yaitu
-      limiting adjective (LA)
-      descriptive adjective (DA).

 Limiting adjective  (kata sifat terbatas) adalah adjective yang memberikan batasan  pada noun.


Pada kesempatan kali ini kita akan membahas bagian dari Adjective-Limiting Adjective yang kedua yakni Demonstrative Adjective

Demonstrative adjective adalah kata tunjuk yang difungsikan sebagai adjective. Sebagaimana namanya, kata ini digunakan untuk menunjuk sesuatu berupa noun (kata benda) atau pronoun (kata ganti).

Demonstrative adjective terdiri dari this, that, these dan those. Penggunaan kata tunjuk itu tidak boleh asal acak karena masing-masing memiliki arti dan fungsi.

Lihat aturannya,
a.    Jika dipakai untuk menunjuk sesuatu yang tunggal (singular), penutur bisa memakai demonstrative adjective berupa this atau that.
b.    Jika dipakai untuk menunjuk sesuatu yang jamak (plural), maka penutur bisa menggunakan these atau  those.

Aturan pemakaian this dan that
a.    This dipakai untuk menunjuk sesuatu tunggal (singular) yang dekat dengan penutur.
contoh, This student is humble. (Murid ini rendah hati)
This (ini) dalam kalimat itu dipakai untuk memodifikasi atau menunjuk student (noun) tunggal yang berada di dekat penutur. Saat penutur menyatakan kalimat itu, mungkin siswa yang ditunjuk itu berada di sisinya atau di dekatnya.

b.    That dipakai untuk menunjuk sesuatu tunggal (singular) yang jauh dengan penutur.
contoh, That car is luxurious. (Mobil itu mewah).
That  (itu) dalam kalimat tersebut dipakai untuk memodifikasi atau menunjuk car (noun) tunggal yang berada jauh dari penutur.

Aturan pemakaian these dan those
a.  These dipakai untuk menunjuk sesuatu jamak (plural) yang dekat dengan penutur.
contoh, Adi cleaned these tables. (Adi telah membersihkan meja-meja ini). These (ini) dalam kalimat tersebut dipakai untuk memodifikasi atau menunjuk tables (noun) jamak yang berada dekat dari penutur.

b.    Those dipakai untuk menunjuk sesuatu jamak (plural) yang berada  jauh dengan penutur.
contoh, Adi cleaned these tables. (Adi telah membersihkan meja-meja itu). Those (itu) dalam kalimat tersebut dipakai untuk memodifikasi atau menunjuk tables (noun) jamak yang berada jauh dari penutur.





Article


The parts of speech dikelompokkan ke dalam 8 macam meliputi Noun, Pronoun, Verb, Adjective, Adverb, Preposition, Conjuction, dan Interjection. Pada artikel sebelumnya kita telah membahas tentang Noun. (Baca : The Parts Of Speech (Noun))
Pada bahasan kali ini adalah Adjective (kata sifat).

ADJECTIVE  (Kata Sifat)

Adjective adalah kata yang berfungsi untuk menjelaskan noun atau kata ganti benda (pronoun) sehingga membentuk rangkaian noun phrase. Adjective bisa juga disebut kata sifat, yakni kata yang digunakan untuk mensifati keadaan atau noun (kata benda) maupun pronoun (kata ganti) tertentu.

Setelah memahami pengertian adjective, kami akan menguraikan lebih lanjut mengenai pengelompokan adjective serta penerapannya dalam suatu frasa atau kalimat.
Adjective terdiri dari dua macam, yaitu
-      limiting adjective (LA)
-      descriptive adjective (DA).

Limiting adjective  (kata sifat terbatas) adalah adjective yang memberikan batasan  pada noun.
Adapun limiting adjective meliputi :

    Article (kata sandang)
Article adalah kata yang difungsikan untuk membatasi pengertian noun (kata benda). Artikel terdiri dari a, an, the.
Bagi sebagian orang, penggunaan article a, an, atau the pada sebuah kata kerap kali masih membingungkan. Tak ayal, pembelajar kerap menggunakannya secara acak tanpa memandang arti maupun fungsi article itu dalam sebuah kalimat.
Padahal penggunaan a, an, the harus dibedakan karena masing-masing memiliki makna dan fungsi tersendiri. Prinsipnya, article terdiri atas definite article dan indefinite article.

a.  Definite article bermakna spesifik, atau digunakan untuk menjelaskan kata benda yang sudah spesifik, atau sudah diketahui, atau menunjuk pada sesuatu yang sudah jelas. Termasuk kategori ini adalah article the. Dengan kata lain, the digunakan sebelum kata benda ketika kita meyakini pembaca atau lawan bicara mengerti apa yang kita maksud.
Contoh, I need the book. (aku membutuhkan buku itu)
Pembuat kalimat itu tentu penutur meyakini lawan bicara atau pembaca telah memahami buku yang dimaksud oleh dia.

b.  Indefinite article menunjuk kata benda yang tidak spesifik atau bersifat umum. Termasuk dalam indefinite article adalah a dan an. Atau dalam bahasa Indonesia diterjemahkan sebuah, atau seorang.
a dan an tidak boleh digunakan secara acak untuk menjelaskan kata benda tertentu tanpa mengetahui makna dan fungsinya. Penggunaan a dan an tergantung dengan kata benda yang mengikuti kata sandang itu.

Lihat aturannya,
Ø  Jika kata benda berawalan huruf vokal a,i,u,e,o, maka kata sandang yang digunakan adalah an.
Misalnya, an umbrella, an organization.

Note,aturan ini tidak berlaku pada kata benda berawalan huruf vokal namun pengucapannya seperti huruf konsonan.
Contoh,  a University, a Europian.

Meski kata University berawalan huruf vokal (u), namun pengucapannya seperti huruf konsonan . Sehingga aturan kata sandang untuk kata itu bukanlah an, tapi a menyesuaikan aturan penggunaan kata sandang pada kata berawalan huruf konsonan.

Ø  Jika kata benda berawalan huruf konsonan, maka kata sandang yang digunakan sebelumnya adalah a.
Contoh, a house, a table, a guest.

Note,aturan ini tidak berlaku pada kata benda berawalan huruf konsonan namun pengucapannya seperti huruf vokal.
Contoh, an hour
Meski kata hour berawalan huruf konsonan (h), tapi pengucapannya seperti huruf konsonan. Maka aturan penggunaan kata sandang untuk kata itu menyesuaikan aturan pada kata berawalan konsonan, yakni menggunakan article a.



Nah, untuk pembahasan Limiting Adjective akan di bahas pada kesempatan lain. Terimaksasih...

THE PARTS OF SPEECH (NOUN)


Kalimat terbentuk dari rangkaian beberapa kata. Sedangkan kata adalah bagian paling mendasar dalam susunan kalimat yang memiliki arti, serta kelas kata. Adapun kata dikelompokkan ke dalam 8 macam (part of speech), meliputi Noun, Pronoun, Verb, Adjective, Adverb, Preposition, Conjuction, dan Interjection.
Satu persatu kelas kata itu akan dikupas secara mendalam.  Sebelum mempelajari kelas kata lain, bahasan kali ini adalah Noun (kata benda) yang menjadi bagian penting dalam pembentukan kalimat.

NOUN
Noun (kata benda)
Noun adalah kata yang digunakan untuk menamai suatu benda, baik benda itu bisa dirasakan dengan panca indra (kongkrit) atau pun tidak tidak bisa dirasakan panca indra (abstrak).  

·       Berdasarkan bentuknya (based on its form), kata benda dapat dikelompokkan menjadi dua macam.

a.    Ada kata benda yang dapat dideteksi menggunakan panca indera. Kata benda jenis inilah yang dinamakan Concrete noun.

example:
table (meja), book (buku), bicycle (sepeda), pillow (bantal).
Contoh tersebut termasuk kata benda yang dapat diketahui melalui panca indera. Kita dapat melihat penampakan benda tersebut atau merabanya menggunakan panca indera sehingga bisa mendefinisikan bentuknya.  

b.    Sebaliknya, ada benda-benda di dunia ini yang tidak dapat dideteksi melalui panca indera. Kata benda jenis ini dinamakan abstract noun.

example,
happiness (kebahagiaan), sadness (kesedihan), spirit (semangat).
Apakah kita dapat mendefinisikan bentuk kabahagiaan, kesedihan, maupun semangat ? tentu saja tidak, karena benda itu bersifat abstrak, tak berwujud atau dalam kata lain,  tidak bisa dideteksi menggunakan panca indera.

·       Berdasarkan penamaannya (based on its name), kata benda dikelompokkan menjadi empat

1.  Common noun (kata benda umum)
adalah kata benda yang bersifat umum. Common noun juga disebut kata yang belum dinamai. Sehingga  penggunaannya dalam struktur kalimat, kata umum  tidak boleh menggunakan huruf besar (kapital), kecuali kata itu terletak di awal kalimat.
example, country (negara), island (pulau), city (kota), car (mobil).
Kata-kata tersebut masih bersifat umum. Kata ‘negara’ misalnya, masih bersifat umum, atau masih bisa dijabarkan dalam bentuk yang lebih khusus, semisal Negara Indonesia.

2.  Proper noun (kata benda khusus)
Proper noun adalah kebalikan dari common noun, yakni benda yang bersifat khusus, atau kata yang sudah diberi nama. Untuk mengidentifikasi kata ini dalam kalimat pun mudah karena biasanya diawali dengan huruf kapital.
example,  Indonesia, Java, Yogyakarta, Andi.
Kata Indonesia dalam contoh tersebut adalah kata khusus dari kata umum country(negara), Java (Jawa) adalah kata khusus dari kata umum island (pulau), Yogyakarta adalah bentuk kata khusus dari kata umum city (kota), dan Andi merupakan kata benda khusus dari kata man (orang laki-laki) yang bersifat umum. 

3.  Material noun
Material noun adalah kata benda yang digunakan untuk menunjukkan benda yang berasal dari alam.
example, stone (batu), sand (pasir), wood (kayu).

4.  Collective noun
adalah kata benda yang menunjukkan suatu nama kelompok atau kumpulan. Dengan kata lain, collective noun merupakan kata benda yang dibentuk oleh kata benda tunggal yang terdiri lebih dari satu. Kata ini dapat berupa orang (group of people), hewan (group of animals), atau benda (group of things).
example,  group, team, class, crew, family, couple, comitte, colony, company,etc.  


·       Berdasarkan jumlah (based on its quantity)

1.  Countable noun
adalah kata benda yang jumlahnya tidak dapat dihitung. Kata benda ini terbagi menjadi dua jenis berdasarkan jumlahnya, yakni kata benda tunggal (singular noun) dan kata benda jamak (plural noun) tidak dapat dihitung.

a.  Kata benda tunggal (singular noun) adalah kata benda yang jumlahnya hanya satu. Cirinya, kata ini diawali dengan article a, an, atau the.
example, a girl (seorang gadis), a man (seorang pria), a car (sebuah mobil).

b.  Kata benda jamak (plural noun) adalah kata benda yang jumlahnya lebih dari satu atau bersifat jamak. Ciri-ciri kata ini tidak diawali article a/an, tetapi diakhiri dengan akhiran s atau es.

catatan, untuk kalimat yang subjeknya jamak, kata kerja dan to be yang dipakai juga harus berbentuk jamak.

example
Singular = The student  is  studying english.
subject      to be

Subject  the student dalam kalimat itu bisa dengan mudah diidentifikasi sebagai kata benda tunggal (singular) dengan melihat cirinya, yakni diawali article the dan to be yang mengikuti juga berbentuk tunggal, yakni is.

Plural     =The students  are  studying english.
subject      to be
Subject the students dalam kalimat itu bisa dengan mudah diidentifikasi sebagai kata benda jamak (plural noun) dengan melihat cirinya, yakni tidak diawali article a/an, tetapi diakhiri s. Tobe yang mengikuti pun, are juga mencirikan subject sebelumnya berbentuk jamak.

2.  Uncountable Noun
Uncountable noun adalah benda yang tidak dapat dihitung secara langsung.
example, water (air), air (udara), sand (pasir), oil (minyak), sugar (gula).

Dari contoh tersebut, apakah benda-benda itu dapat dihitung? semisal air, apakah ada istilah satu air, dua air, sepuluh air, atau beberapa air? tentu tidak bukan.
Nah, dengan memahami pengertian uncountable noun, pembelajar akan mudah mengidentifikasi mana kata benda yang bisa dihitung (countable noun) maupun yang tidak dapat dhitung (uncountable noun).

PHRASE (FRASA)


Setelah memahami pengertian word (kata) serta fungsinya dalam suatu kalimat, pembelajar perlu mengetahui bagaimana  jika sebuah kata digabungkan dengan kata lain hingga membentuk phrase (frasa) , clause (klausa), atau sentence (kalimat).

Antara word, phrase, clause maupun sentence tentu saja beda pengertian. Jika word (kata) adalah komponen terkecil dalam  bahasa yang mempunyai makna, serta  memiliki kelas kata (word class), maka phrase (frasa) adalah rangkaian kata atau kelompok kata yang memiliki arti, tetapi tidak memiliki pola  s+v / s+p. Bisa diartikan juga, frasa adalah satuan linguistik yang lebih besar dari kata, namun lebih kecil dari klausa (clause) dan kalimat (sentence).

Untuk lebih jelasnya, akan diuraikan ragam phrase untuk mempermudah pembelajar membuat atau mengidentifikasi phrase dalam struktur bahasa Inggris.

Macam-macam phrase

1.     Noun phrase
Noun phrare adalah frasa (phrase) yang Headnya berupa noun. Head di sini adalah kata inti dalam frasa itu, atau yang dijelaskan. Adapun adjective dalam rangkaian kata itu sebagai penjelasnya (modifier).
Untuk mengidentifikasi Head dalam frasa cukup mudah. Dari rangkaian kata dalam frasa itu, cari kata yang pokok atau diterangkan kata lain yang  berfungsi sebagai modifier.

Contoh,
Beautiful  garden (Kebun cantik)
M/adj          H/n

Dalam frasa itu, garden (kebun) yang merupakan bentuk kata benda (noun) difungsikan sebagai Head. Adapun beautiful (cantik) sebagai adjective berfungsi menjelaskan (modifier) kata benda yang diikutinya. Karena Head (yang dijelaskan) dalam frasa itu berupa noun, maka frasa itu disebut Noun phrase.

2.     Adjective phrase
Adjective phrase adalah frasa yang Headnya berupa adjective.

Very          beautiful  (Sangat cantik)
M/adv          H/adj

Dalam contoh frasa itu, kata beautiful (adjective) berposisi sebagai Head.  Adapun penjelasnya (modifier) adalah very (adverb).

3.     Adverbial phrase
Adverbial phrase adalah frasa yang Headnya berupa adverb.
Contoh,
               Very           quickly        (Sangat cepat)
                M/adv       H/adv      

Pada kalimat tersebut, quickly (adverb) berposisi sebagai Head. Adapun very (adverb) berposisi sebagai penjelas (modifier).

4.     Verb phrase
Verb phrase adalah frasa yang Headnya berupa verb.

Contoh, 
 Always     come     late
  M/adv       H/v      M/adv

Dalam contoh frasa tersebut, Come (datang) yang merupakan bentuk kata kerja (verb) berposisi sebagai Head. Adapun kata sebelum dan setelahnya, Always (selalu) dan late (terlambat) adalah kata keterangan (adverb) yang berfungsi sebagai penjelas (modifier) yang menerangkan verb.

5.     Prepositional phrase
Prepositional phrase adalah phrase yang diawali preposition

Rumus =  prep   +   object of prep
                                    noun, pronoun, noun phrase

Contoh,
 for                  you
prep     object of prep                  

 in         the house
prep   object of prep

·       Untuk mengidentifikasi prepositional phrase cukup mudah. Karena frasa itu selalu didahului preposisi (kata depan) yang diikuti objek preposisi. Objek preposisi ini dapat berupa noun, pronoun, atau noun phrase.

Pada contoh tersebut, frasa for you  terdiri dari susunan preposisi (for) dan objek preposisi (you) yang merupakan bentuk pronoun.

6.     Gerund phrase
Gerund phrase adalah frasa yang Headnya berupa gerund. Secara sederhana, gerund berarti kata kerja (verb) yang mendapat imbuhan ing (Verb ing) hingga berubah fungsinya sebagai noun.

Contoh,
Getting   high    score   is  the main goal my mind.
Gerund phrase/subject

·       Pada contoh kalimat tersebut, terdapat frasa Getting high score yang berfungsi sebagai subjek. Disebut gerund phrase karena Head nya (getting) berupa gerund. Adapun high score sebagai penjelasnya (modifier).

7.     Infinitive phrase
Infinitive phrase adalah jenis frasa yang diawali infinitive (to+verb) dan diikuti dengan complement, bisa berupa object atau modifier.
Contoh,

I am sorry           to hear          that.
                    Infinitive phrase

Dalam kalimat itu, terkandung infinitive phrase yang diawali dengan infinitive (to + verb) to hear

8.     Participle phrase
Participle phrase adalah frasa yang inti (Head) nya terletak pada participle. Participle di sini bisa berupa present participle maupun past participle. Jika menggunakan present participle, maka participle phrase dibentuk dengan verb-ing. Jika menggunakan past participle, maka dibentuk dengan verb 3.

Contoh, The woman reading  the book is my sister.

·       Frasa woman reading dalam kalimat tersebut merupakan participle phrase karena terkandung participle, tepatnya present participle (reading).

The parts of speech (ADJECTIVE)

The parts of speech dibagi ke dalam 8 macam terdiri dari Noun, Pronoun, Verb, Adjective, Adverb, Preposition, Conjuction, dan Interjection...